Senin, 25 November 2013

Penyalahgunaan Halte


Ini adalah salah satu halte yang terletak di samping Mesjid Raya Agung Bandung. Terlihat halte tersebut sudah tidak dipakai dengan baik, yang semestinya halte tersebut dipergunakan sebagai tempat masyarakat menunggu angkutan umum seperti angkutan kota atau bis. Akan tetapi, terlihat adanya oknum-oknum pedagang kaki lima yang dengan sengaja menjual barang dagangannya di halte tersebut. Oleh karena itu, fungsi halte yang sebenarnya sudah tidak diterapkan dengan semestinya. 

KOTA SEJUTA ANGKOT


Paragdima masyarakat yang menganggap bahwa bogor sebagai kota sejuta angkot itu ada benarnya. Terlihat dari banyaknya angkutan kota yang berkeliaran dimana mana disepanjang jalan. Angkutan kota di bogor ini memiliki perbedaan dari angkutan kota yang lainnya. Terlihat dari bentuk rute yang pendek sehingga saat dimana kita sebagai penumpang jika ingin kesuatu tempat yang dituju, kita memerlukan beberapa kali naik angkutan kota. Disisi lain angkutan kota tersebut masing kurang memadai dalam waktu operasinya. Masih banyaknya waktu operasi pada rute angkutan kota tertentu yang hanya sampai pada waktu maghrib saja. Setelah melewati waktu itu, operasi angkutan kota tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Padahal kenyataannya banyak warga bogor yang masih beroperasi baik dia pulang dai kerja, dari kegiatan sekolah ataupun dari acara yang lain. Selain itu masih banyak masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Oleh sebab itu, sistem operasi angkutan umum harus diperpanjang agar masyarakat mudah untuk menggunakan transportasi umum. Icon sejuta angkot tersebut ternyata masih belum cukup memberikan efek yang baik dan tepat bagi masyarakat kota bogor. Dilihat dari beberapa faktor yang dijelaskan diatas yang masih membuat ketidakpuasan masyarakat kota bogor itu sendiri.

TEMPAT WISATA BERSEJARAH


(Minggu/22/09/3013) Taman hutan raya Ir. H. Juanda (daerah Dago Pakar) Adalah tempat bersejarah dan taman wisata kota di bandung. Dilihat dari keberadaan goa belanda, goa jepang  dan air terjun maribaya. Disana terdapat banyak turis asing yang turut menikmati keindahan hutan raya dago pakar, di sepanjang ruas jalan hutan raya ini terdapat banyak monyet liar yang sesekali dapat berfoto bersama monyet-monyet tersebut , dengan harga 10ribu rupiah kita dapat menikmati keindahan alam hutan raya dago pakar.